Anda bisa membayangkan kemana perginya tumpukan sampah-sampah yang sulit melebur seperti sampah dari plastik ?? Sampah-sampah plastik itu berserakan di sekitar kita dan ibukota negara ini, Jakarta, sudah penuh dari tumpukan sampah plastik. Jika memang dibuang ke TPA misalnya Bantar Gebang, apakah akan selamanya Bantar Gebang akan mampu menampung tumpukan sampah plastik yang jumlahnya kian membludak ??
Untuk itu dari sekarang juga disarankan tiap orang minimal punya pengetahuan mendaur ulang sampah plastik, kaleng ataupun sampah lain yang bersifat non-organik dengan teknik sederhana (tanpa alat berat). Dari mana belajarnya ? Banyak media yang bisa Anda pelajari untuk mendaur ulang seperti media koran, TV, internet, dll.
Asal Anda tahu saja bahwa dari sampah tak berguna itu kita bisa menyulapnya menjadi barang berkualitas yang bisa dipakai kembali ataupun barang yang bisa dijual.
Mendaur ulang yang saya maksud misalnya, mengubah dari sampah plastik bekas kemasan pencuci piring atau pembersih lantai bisa menjadi tas yang dijahit kuat dan bisa digunakan untuk berbelanja. Selainn kreatif dan mengurangi limbah, barang tersebut akan menjadi barang yang unik. Selain tas, kita bisa mengubahnya menjadisarung untuk tempat tisu, dompet, dll. Sementara untuk mengubah barang bekas dari kaleng kita bisa mengubahnya menjadi tempat pensil, tempat lilin, dll. Yap, kira-kira demikian gambaran mendaur ulang tingkat sederhana yang bisa dipakai orang berbagai kalangan, untuk tingkat sulitnya pada negara maju umumnya menggunakan alat seperti alat industri. Tingkat pengubahannya pun lebih dayat lagi, seperti misalnya mengubah plastik cup es yang dipadatkan menjadi meja, dll.
Mari Mendaur Ulang Mulai sekarang !
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar